Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

1. Pawai Budaya , Pawai Budaya sangat menarik bagi warga kampung. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Langkah pawai diiringi oleh suara Tifa, alat musik dari Maluku, bunyinya seperti Gendang, namun bentuknya lebih ramping dan panjang. Budaya Maluku sangat unik dan menarik.


2. Pakaian yang digunakan untuk Pawai Budaya ini, Laki-laki mengenakan kemeja putih, jas merah, dan topi tinggi dengan hiasan keemasan. Dan Perempuan mengenakan baju Cele, Baju ini terdiri dari atasan putih berlengan panjang serta rok lebar merah.

3. Budaya Bali, terkenal karena bunyi musiknya yang berbeda. Pawai dari Bali membunyikan alat musik daerahnya, Ceng-ceng namanya. Alat ini berbentuk seperti dua keping simbal yang terbuat dari logam. Nyaring bunyinya ketika kedua keping ini dipadukan.


4. Budaya dari Toraja, Wanita Toraja memakai pakaian adat yang disebut baju Pokko. Dan laki-laki menggunakan pakaian adat yang disebut Seppa Tallung Buku. Budaya Toraja membunyikan alat musik khas mereka, Pa'pompang namanya. Alat musik ini berupa suling bambu besar yang bentuknya seperti angklung. Unik bentunya, unik pula bunyinya. Budaya Toraja sangat menarik untuk dipelajari.

5. Selalu ada hal baru yang harus diperhatikan setiap tahunnya. Pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia selalu menyenangkan untuk diamati, Kebudayaan Indonesia memang sangat beragam, kaya dan mengagumkan. 

Rumah Joglo


 

 

Umumnya rumah Joglo merupakan rumah adat yang dibangun oleh masyarakat yang tinggal di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keunikan bentuk rumah Joglo terletak pada bentuk atap ruang yang  tinggi dan disangga oleh empat tiang yang disebut “soko guru”.

Bentuk dan ukuran rumah Joglo memang terlihat lebih besar dibandingkan dengan rumah adat jawa yang lain. Nama Joglo diambil berdasarkan bentuk atapnya yang berbentuk Joglo. Rumah Joglo merupakan bangunan yang paling populer di antara rumah adat jawa yang lain.

 

Rumah Joglo umumnya dimiliki oleh masyarakat kalangan menengah keatas, baik itu bangsawan atau priayi. Hal ini dapat dengan mudah dipahami mengingat untuk membangun rumah Joglo membutuhkan bahan bangunan yang lebih banyak dan lahan yang lebih luas.Fakta inilah yang mungkin mempengaruhi mitos masyarakat jawa bahwa rakyat jelata tidak pantas untuk mendirikan rumah Joglo.

Bentuk atapnya yang rumit menjadi ciri khas rumah Joglo. Bentuk atap Joglo sering dikaitkan dengan tempat tinggal  kaum bangsawan. Namun, saat ini kepemilikan rumah Joglo sudah tidak terbatas, masyarakat bebas membangunnya sesuai kebutuhan dan kenyamanan pemiliknya. Rumah adat jawa idealnya memiliki 3 bagian utama yaitu Omah, Pendapa, dan Peringgitan, akan tetapi ada 2 tambahan seperti dalem dan senthong. Berikut ulasannya:

a. Pendopo

Pendopo atau paviliun merupakan bangunan yang terletak di depan kompleks. Bangunan ini dipergunakan untuk menyambut tamu, pagelaran adat atau kegiatan sosial lainnya.Pendopo menggunakan atap Joglo dan hanya dimiliki oleh orang kaya saja.

b. Peringgitan

Peringgitan merupakan bangunan yang menghubungkan Pendopo dengan Omah. Bagian ruang peringgitan digunakan sebagai tempat ringgit yang artinya wayang atau bermain wayang.Peringgitan memiliki bentuk atap kampung atau limasan.

c. Omah

Omah merupakan bagian utama kompleks. Kata omah berasal dari kata Astro indonesia yang berarti rumah. Omah merupakan bangunan persegi yang menggunakan atap Joglo atau limasan dengan lantai yang ditinggikan.

d. Dalem

Dalem merupakan bangunan tertutup yang bagi menjadi beberapa bagian. Pada rumah kampung atau limas Dalem digunakan untuk membedakan antara bagian depan da bagian belakang. Namun pada rumah joglo terdapat pembagian yang rumit antara depan,tengah dan belakang.

e. Senthong

Senthong merupakan bagian belakang Omah yang terdiri dari 3 ruangan tertutup. Bagian barat Senthong digunakan untuk menyimpan beras atau hasil panen lainnya. Sementara bagian timur digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan pertanian. Bagian tengah sering digunakan sebagai tempat tidur pasangan baru.

 

RUMAH ADAT BALI

1. Bangunan angkul-angkul

 Angkul-angkul adalah bangunan yang menyerupai gapura yang juga memiliki fungsi sebagai pintu masuk. Ada hal yang membedakan angkul-angkul ini dengan yang lainnya, yaitu bangunan ini memiliki atap di atasnya.



Komentar